Kamis, 17 November 2022

E. Pengertian dan contoh soal serta penyelesaiannya subnetting (CIDR dan VLSM) Lyta Mitra Cahyani X TKJ 3 /20

 Nama : Lyta Mitra Cahyani

Kelas : X TKJ 3

Absen : 20


 Pengertian dan contoh soal serta penyelesaiannya subnetting (CIDR dan VLSM)


CIDR

Pengertian :

CIDR adalah cara penulisan subnet mask dari sebuah sub network dengan cara mengubah notasi sub network dari desimal ke biner kemudian menghitung jumlah total nilai biner 1 yang ada. Classless Inter Domain Routing (CIDR) merupakan cara pengganti atau alternatif dalam klasifikasi alamat IP kelas A, B, C, D, hingga E. CIDR juga disebut sebagai SUBNETTING .


Contoh Soal : 

Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/27?

Jawab:

Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah 11111111.1111111.11111111.11100000  atau 255.255.255.224, maka:

1. Jumlah Subnet,

Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x, dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet 4, dalam perhitungan subnet mask diatas ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah subnet

2. Jumlah Host,

Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan 2 pangkat y, dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet 4, dalam perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat 5 sama dengan 30 host tiap subnet.

3. Blok Subnet,

Untuk mencari dapat dicari dengan dengan cara 256-224 (dimana 224 adalah nilai oktet 4) sama dengan 32. Untuk mencari subnet yang lain hasil ini dikali 2=64, dikali 3=96, dikali 4=128, dikali 5=160, dikali 6=192, dikali 7=224 dikali 8=256. Sehingga blok subnet yang valid adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224.

4. Network Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid

Untuk mencari alamat host, broadcast dan network (subnet)  kita langsung aja buat tabel lengkapnya perhitungan subnetting ini sebagai berikut:


VLSM

Pengertian :

VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet-ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien. Pada metode VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan.

Contoh Soal :

Misalnya akan membangun sebuah jaringan internet dalam sebuah perusahaan besar. Dengan ketentuan host yang dibutuhkan antara lain :

1) Ruang utama 1000 host

2) Ruang kedua 500 host

3) Ruang ketiga 100 host

4) Ruang server 2 host


Dengan alamat jaringan 172.16.0.0/16


1)     Ruang utama 1000 host

Dibutuhkan 1000 host yang akan terhubung dengan internet. Karena yang dibutuhkan 1000 host, maka cari hasil pemangkatan. Dari tabel didapat 2^10 = 1024 dan subnetmask 255.255.252.0

Untuk mencari nilai IP range :255.255.255.255255.255.252.0-0  .   0  .  3   . 255

Untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan IP network172. 16. 0. 00  .  0 . 3 . 255 +172. 16. 3. 255

Network       : 172.16.0.0 /22

IP pertama   : 172.16.0.1

IP terakhir   : 172.16.3.254

IP broadcast            : 172.16.3.255

Subnetmask            : 255.255.252.0


2)     Ruang kedua 500 host

Dari tabel, yang menghasilkan 500 host > adalah 2^9 = 512 dan subnetmask 255.255.254.0

Untuk mencari nilai IP range :255.255.255.255255.255.254.  0    -0  .  0  .  1   . 255

Untuk IP broadcastnya :172. 16. 4. 00   .  0 . 1. 255 +172. 16. 5. 255

Network       : 172.16.4.0 /23

IP pertama   : 172.16.4.1

IP terakhir   : 172.16.5.254

IP broadcast : 172.16.5.255

Subnetmask  : 255.255.254.0


3)     Ruang ketiga 100 host

Gunakan konsep kelas c atau bermain pada oktet ke 4.Peningkatan yang menghasilkan 100 host > adalah 2^7 = 128 dan subnetmask 255.255.255.127

Mencari nilai IP range :255.255.255.255255.255.255.128 -0  .  0   .  0 .127

Mencari nilai IP broadcast :172. 16. 6. 0 0  .   0 . 0. 127+ 172. 16 . 6. 127

Network       : 172. 16. 6. 0 /25

IP pertama   : 172. 16. 6. 1

IP terakhir   : 172. 16. 6. 126

IP broadcast            : 172. 16. 6. 127

Subnetmask            : 255.255.255.128


4)     Ruang server 2 host

Network       : 172. 16. 6. 128 /30

IP pertama   : 172. 16. 6. 129

IP terakhir   : 172. 16. 6. 130I

P broadcast : 172. 16. 6. 131

Subnetmask            : 255.255.255.252


Sumber:

https://www.sistemit.com/penjelasan-tentang-cidr-classless-inter-domain-routing/ http://mirnarizki37.blogspot.com/2012/03/contoh-soal-cidr-dan-penyelesaiannya.html https://www.studentterpelajar.com/2021/02/pengertian-vlsm-variable-length-subnet.html http://kisahpikiranku.blogspot.com/2018/01/soal-dan-jawaban-tentang-vlsm-variable.html


#SMKTelkomMalang


D. Pengertian dan jenis IPv6 Lyta Mitra Cahyani X TKJ 3 / 20

Nama             : Lyta Mitra Cahyani

Kelas/Absen  : X TKJ 3 / 20

 

Pengertian, dan jenis IP versi 6


Pengertian : 


Pv6 adalah versi internet protocol terbaru yang berfungsi untuk mengidentifikasi semua perangkat berbeda yang ada di internet. Setiap perangkat dibedakan melalui alamat IP unik yang memungkinkan perangkat tersebut untuk bisa berkomunikasi dan mengakses internet.


Jenis : 


1. Unicast

 jenis alamat IPV4 yang mengandalkan mekanisme Point to Point (PTP), jika diberikan perbandingan adalah 1:1. Gambaran sederhananya, misal kamu mempunyai seorang teman yang setiap hari secara intens berkomunikasi, baik hanya sekedar mengobrol biasa ataupun sedang mengerjakan proyek pekerjaan bersama dan mengandalkan komputer dan internet sebagai media pengiriman data.


2. Multicast


Konsep dari multicast hampir menyerupai unicast. Namun, bedanya adalah multicast mampu menghubungkan jaringan dari pusat ke beberapa titik (node) komputer yang masing-masing titiknya tergabung dalam satu alamat.


3. Anycast


Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.


SUMBER : 

http://www.kapalomen.com/2016/11/metode-pengalamatan-dan-jenis-ipv6.html

#SMKTelkomMalang

Rabu, 16 November 2022

C. Pengertian IPv4 Lyta Mitra Cahyani XTKJ 3 / 20

Nama : Lyta Mitra Cahyani
Kelas : X TKJ 3
Absen : 20


IP Versi 4

PENGERTIAN : 

PV4 adalah singkatan dari Internet Protocol Volume 4 yang memiliki fungsi sebagai pergantian berbagai jenis jaringan seperti Ethernet, atau yang lebih populer dengan sebutan Link layer Network.Biasanya IPV4 sering dibandingkan dengan IPV6, baik dari kapasitas bit hingga lainnya. Bicara terkait bit, IPV4 terdiri dari 32 bit

JENIS IP VERSI 4 : 

1. Unicast
 jenis alamat IPV4 yang mengandalkan mekanisme Point to Point (PTP), jika diberikan perbandingan adalah 1:1. Gambaran sederhananya, misal kamu mempunyai seorang teman yang setiap hari secara intens berkomunikasi, baik hanya sekedar mengobrol biasa ataupun sedang mengerjakan proyek pekerjaan bersama dan mengandalkan komputer dan internet sebagai media pengiriman data.

2. Multicast

Konsep dari multicast hampir menyerupai unicast. Namun, bedanya adalah multicast mampu menghubungkan jaringan dari pusat ke beberapa titik (node) komputer yang masing-masing titiknya tergabung dalam satu alamat.

3. Broadcast

Ini juga hampir menyerupai sistem dari multicast. Yang membedakannya ialah skala dari broadcast jauh lebih besar dan menyeluruh dengan rentang waktu pendistribusian data relatif singkat.

SUMBER : 

https://www.jagoanhosting.com/blog/ipv4-terdiri-dari/

#SMKTelkomMalang

F. Instalasi Debian Lyta Mitra Cahyani X TKJ 3 /20

 Lyta mitra =  https://youtu.be/J2x0z7uSYRI #SMK TELKOM MALANG